SAAT RUMAH MENJADI SEKOLAH

(Tulisan ini dikirim ke lomba menulis wali murid sekolah mas Agha dan Alhamdulillah juara 1)

Pandemi covid 19 memberikan perubahan besar pada metode sekolah. Belajar dari Rumah menjadi solusi terbaik untuk menghindari penularan yang masif. Menghadapi BDR ini awalnya hanya sekedar berjalan. Namun seiring berjalannya waktu semua musti ditata kembali. Ummi pun mencari pola belajar yang bisa mengcover semua anak agar tetap masih merasakan mereka sekolah walau dari rumah.

Pertama yang ummi lakukan adalah menyadari perubahan kondisi, meluruskan niat dan memantapkan hati bahwa semua ini akan bisa dilalui dengan cara terbaik. Niat adalah kekuatan besar untuk melalui semuanya . ‘Innamal ‘amalu bin niyat’ . Semua harus diniatkan karena Allah agar menjadi amal, lelah menjadi lillah. Kita tidak pernah tahu kapan model BDR ini akan berakhir. Jadi endurace atau kekuatan bertahan baik ibu dan anak harus tetap terjaga dengan selalu meluruskan niat.

Kedua  Melengkapi fasilitas . Ummi dan abi berdiskusi untuk melengkapi fasilitas BDR. Dirumah ada  Mas Agha kelas 6, mbak Aghna kelas 3 dan dik Aghla kelas TK B. Awalnya semua berkumpul di HP Ummi, 3 anak plus amanah WfH semua menumpuk. Jika ada print tugas pun masih numpang ke rumah saudara. Kemudian sarana dilengkapi  bertahap. Mulai dari seperangkat komputer, HP dan printer untuk memperlancar BDR. Hampir setiap hari tugas Mas Agha di print dari LMS, mbk Aghna upload tugas  lewat GCR dari HP dan de Aghla jitsi meet setiap malam. Tambahan diawal awal BDR anak anak malah produktif bikin channel youtube . Sembari mengisi kekosongan waktu dirumah.

Ketiga Berbagi Peran dengan Abi. Awalnya semua dihandle Ummi, ternyata setiap anak butuh pendekatan berbeda untuk BDR ini.Ummi kewalahan, akhirnya berdiskusi dengan Abi dan berbagi peran. Ummi handle mas Agha dan dek Aghla, Abbi menghandle mbk Aghna. Disela sela kesibukan abi sehari sampai malam bekerja, mbk Aghna dapat jatah belajar malam. Sebaliknya de Aghla setelah isya ada online kelas ummi yang mendampingi, sementara mas Agha sepanjang hari menyesuaikan kondisi. Banyak yang tidak ideal, tidak semua pelajaran bisa diselesaikan tugasnya secara sempurna. Kadang kala ada yang terlewat dan terlupa. Pada kondisi ini sebagai orang tua tetap mengingatkan tetapi nomor satu anak harus tetap enjoy menjalani BDR ini. Kadang ditarik kadang diulur.

Keempat, Management gadget. Tak bisa dipungkiri, Sekolah online meningkatkan interaksi dengan komputer dan HP. Otomatis banyak distraksi saat anak mengerjakan tugas , kadang melihat youtube. Nah di rumah untuk memastikan semua perangkat dalam kendali abi membuat management gadget dengan management bandwith. Semua koneksi wifi dikendalikan dalam satu software router management. Jadi bila sudah saatnya off bandwith di kecilkan sekali , bila saat dibutuhkan dibesarkan lagi. Ummi juga membuat aturan main gadget, boleh untuk yang lain setelah tugas selesai dan ada batas waktunya.

Kelima adalah selalu memotivasi anak dan diri sendiri. Hal satu ini pasti semua orang tua melakukannya. Saya pribadi pun masih banyak belajar memberikan motivasi yang benar. Mengikuti forum forum parenting adalah salah satu cara mencari tahu cara terbaik memotivasi anak saat BDR. Memberikan hadiah dan apresiasi pada anak untuk setiap capaian. Ternyata menjadi ustadzah itu tidak mudah ya, Apresiasi sebesar besarnya untuk ustadz dan ustadzah di sekolah.

Tugas ini masih panjang , harus tetap semangat menjalani nya. Yang penting anak tetap bahagia menjalani sekolah online ini. Terakhir sekali ada satu pesan aa gym ‘Kekuatan kita terbatas, kekuatan Allah tiada batas. Maka mintalah selalu pertolongan Allah untuk anak anak kita bunda.  Sekian.

PPEPP part 2

Standart selanjutnya adalah standart turunan… Ketinggalan karena ada mhs revisi

Evidence harus ada dan dikendalikan dengan evaluasi.

Untuk kriteria borang bbatu ada 9 tetapi standart masih tetap 7.

Misal Kriteria 6 adalah PPEPP terdiri

Standart isi pembelajaran, standart proses pembelajaran, standart penilaian pembelajaran. Saat evaluasi diri yang dijelaskan adalah implementasi PPEPP standart 6.

Kriteria 5, tentang keuangan sarana dan prasarana.

Kriteria 6 dan kriteria 9 maka akan jadi titik point penting APS 4 0. Yaitu 6 : isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran. Dan 9 yaitu : standart kompetensi lulusan, luaraj penelitian dan luaran pengabdian.

Obe adalah teknik utk implementasi kriteria 6 dan 9.

Adanya evidence sebagai bentuk tindak lanjut evaluasi menuntut adanya tindak lanjut dari SPMI. Untuk lebih lengkapnya materi di share.

Beda borang 9 kriteria, betul betul mengacu pada sn dikti. Borang 7 an dikti blm lahir. Jika borang 7 hasil akreditasi A, B, C kalau 9 kriteria hasilnya unggul dan sangat baik dst. Jika APS fokus pada ketercapain capaian lulusan. Untuk APT fokus pada ketercapaian visi, misi perguruan tinggi.

Dokumen 2 LKPS dan LED utk borang 9 standart. Status akreditasi, Terakreditasi Dsn tidak Terakreditasi. Utk yang Terakreditasi yaitu unggul, baik sekali dan baik.

Syarat Terakreditasi

1. Syarat harkat dosen nilai >=2

2. Spmi skor efektivitas >=3

3. Skor butir penelitian pengabdian Min 3

Utk nilai 3 spmi ketersediaan dokumen spmi, yaitu

1. Organ spmi

2. Dok spmi

3. Auditor internal

4. Bukti tindak lanjut

Utk rapat tinjauan management minimal setahun sekali, rtm membahas 7 unsur yaitu

1. Hasil AMI

2. Umpan balik

Mengerjakan borang dari LKPT lalu LED dengan data dari PPEPP. Kriteria 1 sd 9 mirip kecuali kriteria 1 dan 9. Utk 2 sd 8 terdiri atas : 1. Latar belakang, 2.kebijakan, 3.standart perguruan tinggi dan strategi pencapaian standart, 4.indikator kerja utama, 5. Indikator kinerja tambahan., 6.evaluasi capaian kinerja, 7.penjaminan mutu (PPEPP) 8. Kepuasan pengguna, 9.kesimpulan ketercapaian hasil evaluasi dan tindak lanjut.

Pr utama adalah tracer studi stakeholder external dan internal.

Sekian.. Istirahat dulu