Author: arita

Nasib dan Kinerja Yang Hanya ditentukan Button Sebuah Sistem

Pernahkah anda kehilangan sejumlah pencapaian baik itu berupa uang, kesempatan, waktu , kebahagiaan hanya karena kesalahan , keterlambatan ataupun ketidak Tahuan ketika menginput/mengisi sebuah aplikasi/sistem? Jika pernah maka kita adalah korban teknologi yang memudahkan disatu sisi dan kejam disisi yang lain.

Sistem informasi adallah produk komputer yang hanya menerima sesuatu yang bersifat biner, nol atau satu, benar atau salah. Sistem bukan manusia yang masih menggunakan perasaan dan toleransi ketika pada kenyataannya kesalahan itu adalah faktor yang sangat manusiawi. Misal saat anda melakukan koreksi ujian dan akan menginputnya , jangan harap bisa menginput bila meleset satu detik saja dari jam 12 malam tgl maksimal input. Apakah institusi akan menghargai jerih payah koreksi anda? Nope. Yang dipakai adalah data by system. Jadi siap siap relakan dan jangan diulangi. Contoh lain misal pemilihan sekolah berdasarkan zonasi ,untuk siswa yang diberikan maksimum quota, walaupun anda sudah sesuai semua tapi jika waktu input anda kalah cepat dengan yang lain . Anda akan terlempar.

Kasus lain misal untuk sebuah laporan ada kesalah input tanggal walaupun anda sudah sesuai data lain maka tidak akan jadi kinerja anda.

So buatlah banyak pengingat agar anda selamat dari jebakan sistem informasi yang terkadang sangat kejam.

Saat Titipan diambil Sang Pemilik

Tulisan ini adalah ungkapan atas peristiwa yang terjadi terhadap salah satu rekan pustakawan di kampus. Semoga bisa menjadi pengingat diri bahwa segala yang dititipkan akan kembali pada yang punya.

Sabtu siang diakhir Mei 2022 ketika sedang dikelas 32d saat mengajar mata kuliah basis data, saya sempat melihat pesan di wagroup dosen. Saat itu posisi mahasiswa sedang mengerjakan soal query yang saya berikan. Terbacalah satu pesan dari ka SDM yang membuat saya terkaget kaget . Dipesan itu diberitakan putri salah satu teman tendik di perpus meninggal dunia. Saya langsung shock antara percaya dan tidak percaya pasalnya 3 tahun yang lalu putra pertama teman tendik ini juga dipanggil Allah dalam usia masih balita.

Untuk memastikan apa yang terjadi, sementara mahasiswa masih mengerjakan soal latihan, saya keluar kelas dan menelpon MBK kaperpus. Mungkin karena dulu saya pernah di perpus rasanya masih dekat walaupun sudah tidak disana lagi. ‘mbak bener berita ini’. Intinya saya memastikan penyebab meninggal dan jam berapa dimakamkan. Usia Ade bayi putri ke 3 saudari kita ini baru 45 hari, sakit Demam Berdarah, tidak tertolong setelah beberapa hari dirawat di RS. Jam 4 dimakamkan. Saya langsung menyusun rencana untuk kesana setelah pulang ngajar nanti.

Saya lanjutkan mengajar sampai pukul 01.30 dan bergegas pulang, setelah mengantarkan anak sebentar lanjut takziah ke rumah beliau dibantul. Sampai sana jenazah pas diberangkatkan ke makam. Saya melihat betapa tegarnya kedua orang tua ini. Mendapatkan kehilangan untuk kedua kalinya putri tercinta. Karena ingin ketemu langsung saya menunggu di 🏡 duka sambil mengobrol dengan ibunda bliau. Melihat banyaknya keluarga yang masih ingin membersamai saya tidak ingin berlama lama setelah ketemu dan mengucapkan bela sungkawa saya bergegas pulang. Sendiri karena waktu itu layanan administratif kampus libur. Kesan saya adalah ketegaran yah , dia tetap bisa senyum saat saya Salami meski matanya bengkak luar biasa bisa jadi karena tangisan yang banyak.

Doa kami semoga dua tabungan di syurga menjadi pemberat amalan kedua oran tuanya. Dari kejadian ini saya belajar bahwa anak adalah titipan, dan titipan bisa diambil kapanpun sesuai kemauan sang pemilik. Huallahu Allam bi showab

Yogyakarta, 24 may 2022