Kelas R3 Kelas Pengorbanan Weekend

Di UMBY ada tiga macam kelas perkuliahan R1 untuk kuliah normal pagi sampai sore, R2 untuk kuliah kelas karyawan sore sampai malam dan R3 untuk kelas tidak normal alias karyawan yang hanya bisa kuliah hari sabtu saja. Bisa dibayangkan betapa padatnya perkuliahan yang wajarnya dibagi dengan jadwal satu pekan dipadatkan hanya satu hari saja dan dengan beban kurikulum yang sama.

Tapi itulah R3 kelas khusus ini ada dan diselenggarakan di UMBY sejak 2016 silam. Karena hanya hari sabtu otomatis baik dosen maupun mahasiswa harus mengorbankan waktu sabtu , weekend yang untuk kuliah dan mengajar. Pelaksanaanya pun terbilang ‘unik’ karena dari semua mata kuliah yang diambil semester itu yang ketemu dosen tiap pekan hanya 2-4 dari MK , sisanya sekitar 4-6 MK tergantung semesternya dilaksanakan secara bleded, elearning, online. Tapi di awal dan akhir perkuliahan atau mendekati UTS dan UAS semua dosen masuk dengan durasi maks 1 jam mengajar. Wow bukan kuliah dari jam 08-16 non stop. Paling break sebentar untuk sholat.

Sebetulnya perlu dievaluasi lagi R3 ini, kalau untuk dosen kayak saya yang punya 3 krucils sabtu adalah waktu yang sangat berharga buat mereka. Namun hampir semua menolak mengajar sabtu, jatuhlah ‘amanah’ itu pada saya. Ya sudah dinikmati saja. R3 ini juga perlu dievaluasi dari sisi jumlah mahasiswa . Sejak awal saya mengajar jumlah mhs yang awalnya 15 diakhir akan berguguran tinggal <10, bahkan ada satu angkatan yang tinggal 1 tersisa. Sehingga konsekuensi nya mahasiswa harus pindah ke R2 atau cuti.

Simple saja untuk R3 ini, motivasi. Mereka yang bertahan adalah yang mempunyai motivasi ! Karena kuliah sambil kerja plus di weekend meninggalkan keluarga itu tidaklah mudaaaaaahhh.

sekian

di sela mengecek flowcart tubes

kelas R3 angkatan 2017

ART

Laporan oh laporan

Tiga tugas dosen dalam menunaikan tridharma perguruan tinggi adalah mengajar, penelitian dan pengabdian. Yang rutin dilakukan setiap tahun. Salah satu bentuk pertanggungjawaban penelitian dan pengabdian adalah laporan penelitian pengabdian.

Menyusun laporan ini tidak susah tapi juga tidak gampang. Mengapa tidak gampang karena harus mengumpulkan sejumlah bukti dan merangkai nya menjadi satu buku laporan dengan segala tetek bengkek format dan lampiran nya. Ini yang menyita waktu. Misal untuk mendapatkan tanda tangan pihak pihak dilema persetujuan, lampiran ucapan terima kasih dan lampiran absensi.. Kalau kecer satu saja bisa batal dijilid tuh laporan.

Kalau kerja team mungkin lebih ringan. Namun takkan kerja nya sedang tidak bisa dibuat tim membuat laporan adalah perjuangan. Setelah mengumpulkan bukti, dosen juga harus mengecek tulisan dan konten, selain itu meminta lembar pengesahan,mengeprint dan menjilidnya. Kalau sudah dijilid rangkap 3 dan harus dikumpulkan di kampus 1 yang jauuuhhhh.

Tapi setiap perjuangan inshaallah membuahkan hasil. Bismillah cuzz kampus 1.